Manfaatkan Return Deposito untuk Skrining Kesehatan

Banyak orang enggan memeriksakan kesehatannya ketika merasa tubuhnya baik-baik saja. Padahal ada beberapa penyakit yang tanda-tandanya tidak terlihat atau menunjukkan gejala tertentu. Begitu teridentifikasi kondisinya sudah parah.

 

Tentu Anda tidak ingin mengalaminya, oleh karena itu penting untuk melakukan skrining kesehatan atau medical check up secara rutin. Tujuannya untuk deteksi dini dan mengidentifikasi faktor risiko yang berpotensi menjadi penyakit sehingga dapat segera dilakukan tindakan pencegahan atau pengobatan.

7 Jenis Skrining Kesehatan yang Penting dilakukan

 

Anda mungkin terbebani dengan biaya skrining, namun percayalah biaya pencegahan selalu lebih kecil dibandingkan biaya pengobatan. Terlebih Anda bisa memanfaatkan investasi deposito yang keuntungannya dapat digunakan untuk alokasi medical check up rutin.

 

Jika belum memiliki dana yang memadai untuk mengambil paket medical check up, Anda dapat memilih melakukannya secara parsial atau tidak sekaligus. Prioritaskan jenis skrining kesehatan yang benar-benar penting dan sesuai kebutuhan. Berikut ini daftar pemeriksaan wajib yang bisa Anda pilih :

1. Cek Tekanan Darah (Tensi)

 

Skrining ini merupakan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengetahui apakah tekanan darah dalam batas normal, rendah atau tinggi.Umumnya tekanan darah dinyatakan normal jika hasil pengukurannya menunjukkan tekanan sistolik kurang dari 120 dan tekanan diastoliknya 80 mmHg.

 

Waspadai jika tekanan darah menunjukkan angka pengukuran 130/80 mmHg atau lebih tinggi yang mengindikasikan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi ini perlu dikontrol agar tidak memicu penyakit berisiko tinggi seperti stroke atau serangan jantung. Jika Anda terdeteksi hipertensi, dokter akan memberikan resep obat penurun tekanan darah yang dikonsumsi setiap hari untuk menjaga agar tetap stabil.

2. Tes Gula Darah

 

Pemeriksaan gula darah rutin ini bertujuan untuk mendeteksi diabetes. Tidak hanya tekanan darah, Lakukan skrining gula darah ini setidaknya satu tahun sekali. Namun jika Anda memiliki berat badan berlebih, gemar makan dan minum yang manis-manis atau terdapat gen diabetes di keluarga pemeriksaan gula darah dianjurkan lebih sering.

3. Cek Kolesterol

 

 

Skrining kolesterol ini meliputi pengukuran kadar LDL atau kolesterol jahat, HDL atau kolesterol baik dan trigliserida. Kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah yang memicu terjadinya serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu cek kolesterol sebaiknya dilakukan rutin setiap 4 tahun ketika usia Anda menginjak 20 tahun. Namun jika hasil pemeriksaan kolesterol hasilnya tinggi, skrining sebaiknya dilakukan lebih sering frekuensinya yaitu setiap 1 atau 2 tahun untuk meminimalisir risiko penyakit kronis.

4. Pap Smear

Pap smear adalah pemeriksaan awal untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker di leher rahim (serviks). Skrining ini penting dilakukan perempuan mulai usia 21 tahun, terutama yang sudah menikah atau aktif berhubungan seksual.

 

Anda dapat mengalokasikan return investasi deposito untuk melakukan pemeriksaan ini setiap 3 tahun sekali. Ketika memasuki usia 30 tahun, tambahkan pemeriksaan Pap smear dengan pengecekan HPV setiap 5 tahun sekali.

5. Mamografi

 

Selain pap smear, mamografi juga merupakan skrining kesehatan yang penting dilakukan setiap perempuan. Tes skrining ini bermanfaat untuk mendeteksi dini kanker payudara. Mamografi menggunakan sinar-x yang dapat mengindera struktur payudara secara lebih detail termasuk mengidentifikasi benjolan kecil yang tidak teraba melalui pemeriksaan sendiri (SADARI) atau manual.

6. Tes Kesehatan Mata

 

Pemeriksaan ini bukan untuk yang berkacamata minus, plus atau silindris saja. Bagi yang bermata normal tetap perlu skrining untuk mendeteksi risiko katarak atau glaukoma. Disarankan melakukan pemeriksaan mata setiap 5 tahun sekali untuk usia 20 hingga 40 tahun. Di atas usia 40 tahun, mata hendaknya lebih sering diperiksakan ke dokter.

7. Pemeriksaan Gigi

 

Jangan tunggu gigi sakit baru ke dokter gigi. Lakukan scaling gigi dan gusi setidaknya 6 bulan sekali. Selain membersihkan karang gigi, scaling dapat mendeteksi lubang yang tidak terlihat atau sulit dijangkau. Gigi berlubang yang dibiarkan bisa menyebabkan infeksi dan bakterinya bisa menjalar ke aliran pembuluh darah ke jantung.

 

Optimalkan keuntungan deposito dengan memilih berinvestasi melalui Aplikasi DBS digibank untuk skrining kesehatan secara rutin. Caranya mudah, cukup buka deposito mulai dari Rp1 juta lewat aplikasi dan nikmati bunga kompetitif hingga 5,00% sesuai pilihan jatuh tempo. Investasi minim risiko berkat jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini dapat Anda alokasikan untuk biaya medical check up.

 

Tak hanya itu saja, Anda bisa menikmati kemudahan investasi deposito yang aman, menguntungkan, dan serba digital di mana saja, kapan saja. Anda bisa memantau pertumbuhan investasi secara non-stop 24 jam sehari, dan tim DBS digibank akan mengirimkan notifikasi personal melalui aplikasi atau email.

 

Anda dapat bergabung dengan kelas edukasi finansial dan diskusi terseleksi bersama pakar tepercaya mengasah wawasan keuangan Anda. Jika merasa kesulitan mengambil keputusan terkait investasi, konsultasikan dengan tim DBS digibank Advisor yang siap membantu memberikan saran dan analisis terbaik sesuai dengan profil dan rencana finansial Anda.

 

Yuk, jangan tunda lagi untuk berinvestasi deposito di Aplikasi DBS digibank dan mulailah lebih memperhatikan kesehatan Anda! Ingin mengetahui informasi produk-produk investasi menarik lainnya? Klik di sini!

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.